Right Content


Selasa, 02 November 2010

ILMUWAN FRANK FENNER : MANUSIA AKAN PUNAH 100 TAHUN MENDATANG

Ilmuwan yang sangat dihormati mengingatkan, manusia akan punah dalam 100 tahun dan proses itu tidak dapat dicegah atau dihentikan. Lalu apakah benar-benar akan kiamat?.

Profesor Frank Fenner adalah ilmuwan yang berhasil menanam virus myxomatosis pada kelinci di tahun 1950-an untuk mengontrol jumlah mereka.

Ia sangat disegani di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terutama pada 1980 ketika Fenner mengumumkan pada Majelis Kesehatan Dunia cacar air berhasil diberantas.

Dalam wawancara dengan The Australia, pakar mikrobiologi yang dihormati itu menyatakan pesimismenya menyangkut masa depan kita. "Kita akan menjadi punah," katanya. "Apa pun yang kita lakukan sekarang sudah terlambat."

"Homo sapiens akan punah, mungkin dalam 100 tahun," katanya.

"Banyak hewan lainnya juga. Ini adalah situasi yang tak bisa dikembalikan dan aku pikir sudah terlambat. Aku berusaha tidak menyatakan bahwa orang harusnya berusaha untuk melakukan sesuatu, tetapi mereka terus menundanya."

Meskipun usaha dilakukan untuk mengurangi dampak terburuk dari overpopulasi dan perubahan iklim, Fenner percaya itu sia-sia. Nasib manusia sudah ditetapkan .

Populasi dunia diperkirakan melambung sampai 7 miliar pada tahun depan, dan membuat ancaman mengerikan pada makanan dan air. Fenner memprediksi terjadi perang memperebutkan makanan dalam beberapa dekade mendatang, di mana negara-negara berjuang untuk mengamankan pasokan yang berkurang.

Kekeringan global merusak lahan pertanian, jumlah gizi buruk meluas dan kemiskinan. Perubahan iklim merupakan faktor pendorong besar di balik peringatan dan menurut pendapat Fenner, kita telah melewati titik tidak bisa kembali.

Meskipun memiliki kemampuan ilmiah untuk mengatasi masalah global, tapi kurangnya kemauan politik untuk mengupayakan sesuatu gunas mencegah planet ini berubah menjadi mangkuk debu.

Di lan pihak meskipun peringatan ini bukan tanpa dasar, tetapi dunia akan sangat berbeda dalam 100 tahun. Fenner belum mempertimbangkan faktor teknologi yang membuat manusia lebih maju.

Kepunahan terjadi bila setiap anggota sebuah spesies mati. Jadi kecuali serangkaian bencana global seperti pandemi, pemanasan global, perang nuklir, hancurnya sumber daya, dampak asteroid terjadi di saat yang bersamaaan maka sejumlah kecil keturunan manusia masih bisa eksisi terlindung di planet ini.

Dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Futures tahun lalu, peneliti menjawab pertanyaan: Musnahnya Manusia: Mungkinkah Terjadi?

"Umat manusia tidak mungkin punah tanpa kombinasi peristiwa bencana yang sulit dan berat," kata Tobin Lopes, dari University of Colorado Denver, dalam sebuah wawancara dengan Discovery News.

Dia menambahkan timnya sangat terkejut bagaimana sulitnya untuk mendapat skenario yang masuk akal di mana seluruh umat manusia akan punah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar