Right Content


Rabu, 06 Oktober 2010

Cara Menulis Lamaran untuk CPNS

Ketika melamar pekerjaan, surat lamaran kerja dan curriculum vitae (CV) adalah perwujudan dirimu dalam bentuk tulisan dan visual.

"Sebaiknya surat lamaran ditulis tangan daripada diketik. Sebab, perusahaan biasanya akan menilai kepribadianmu melalui tulisan tangan yang kamu buat," demikian saran Pramita Gayatri dalam buku Taklukkan Tes CPNS&BUMN

Saat ini berbagai perusahaan memang menyewa ahli pembaca tulisan tangan (grafolog) untuk melihat karakter tulisan tangan dari surat lamaran dan CV yang kamu buat. Karena itu, dua hal tersebut perlu disiapkan sebaik mungkin.

Pramita menyarankan, surat lamaran tidak ditulis menggunakan tinta yang dapat menembus kertas, sehingga tulisanmu berbayang. Sebaiknya, kamu juga tidak menggunakan penghapus tinta atau tip-ex. Jika melakukan kesalahan, lebih baik kamu tulis ulang dan beri paraf.

Perlu diingat, surat lamaran harus jelas ditujukan kepada siapa. Kamu juga diimbau untuk tidak lupa mencantumkan salam pembuka dan salam penutup, serta tanda tangan di akhir surat. "Berlatihlah untuk menulis dengan rapi sebelum menulis surat lamaran," pesan Pramita.

Dalam buku terbitan Daras Books tersebut, Pramita juga menyampaikan pentingnya mencantumkan informasi yang benar pada surat lamaran dan CV. "Jika tidak," imbuhnya, "maka akan membahayakanmu di kemudian hari."

CV biasanya berisi data pribadi, pendidikan, pengalaman kerja, aktivitas, dan keterampilan khusus, serta hobi. Jika kamu melamar ke perusahaan yang mensyaratkan kualifikasi fisik tertentu, maka cantumkan juga data tentang tinggi badan, berat badan, golongan darah, dan keterangan tidak buta warna pada bagian data pribadi.

Pada kolom pendidikan, kamu bisa mencantumkan berbagai pendidikan informal dan atau kegiatan pendidikan lain yang pernah kamu ikuti. Misalnya, berbagai pelatihan dan program pertukaran mahasiswa.

Pramita memberi catatan khusus untuk kolom pekerjaan dalam buku setebal 98 halaman ini. Menurutnya, jika kamu bekerja di suatu instansi kurang dari enam bulan, sebaiknya kamu tidak mencantumkan riwayat pekerjaanmu tersebut. "Sebab, hal ini bisa menjadi penilaian buruk pihak perusahaan terhadapmu," tulisnya. Sebaliknya, kamu patut mencantumkan prestasi yang kamu raih semasa kerja.

Sementara, kolom aktivitas dan keterampilan khusus hanya kamu cantumkan jika kamu memang memiliki aktivitas yang spesifik. Misalnya, pernah menerbitkan karya tulis atau mampu bela diri. Untuk kolom minat dan hobi, cantumkan hal-hal positif seperti membaca, menulis, dan olah raga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar